Bagaimanakah Sifat Wanita Baik Menurut Islam

Author: | Posted in Islam No comments
wanita baik menurut islam Sumber: www.sepercikhikmah.com

wanita baik menurut islam
Sumber: www.sepercikhikmah.com

Banyak Pendapat mengenai sifat-sifat wanita yang baik, tetapi banyak dari pendapat itu hanya sekedar dari pandangan manusia. Lalu, bagaimana pandangan Allah? Maka dari itu kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sifat wanita baik menurut islam.

Wanita baik menurut islam ada beberapa syarat, walaupun tidak banyak tapi ini sangatlah penting. Kenapa? karena Allah lebih menyukai orang-orang yang baik dari akhlak maupun penampilan. Kita akan membahas sifat-sifat itu mulai dari yang paling mudah.

1- Menutup Aurat

Menutup aurat sesuai dengan syari'at islam Sumber: bundafaizfathilabib.wordpress.com

Menutup aurat sesuai dengan syari’at islam
Sumber: bundafaizfathilabib.wordpress.com

Salah satu ciri-ciri wanita yang baik menurut islam adalah menutup aurat. Aurat wanita adalah dari atas kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan. Dan al-quran juga telah menjelaskan tentang hal ini dalam QS.Al Ahzab ayat 59 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istrei-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min :”Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Ahzab : 59)

Jilbab bukanlah penutup kepala melainkan kain yang dipakai wanita untuk menutupi seluruh tubuh yang syaratnya tidak ketat dan tidak membentuk lekukan tubuh, dipakai setelah memakai khimar. Dan khimar adalah penutup kepala hingga bagian dada.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31 )

2- Berpakaian Sesuai dengan Syari’at Islam

Berpakaian yang baik Sumber: plus.google.com

Berpakaian yang baik
Sumber: plus.google.com

Wanita yang baik sepatutnya berpakaian atau berbusana sesuai dengan syari’at islam. ada beberapa syarat yang disebutkan di Al Qur’an dan Sunnah. Yaitu :

Syarat Pertama

Menutupi semua bagian tubuh dari kepala sampai kaki kecuali wajah dan telapak tangan. Selain itu adalah aurat yang tidak boleh di tunjukan ke seseorang yang bukan muhrimnya apa bila lawan jenis. Dan juga tidak diperbolehkan melihatkan seluruh aurat kepada wanita lainnya kecuali ada alasan yang kuat.

Syarat Kedua

Pakaian yang dipakai bukan di niatkan untuk menghias diri atau ingin dilihat orang. Karena wanita baik hanya berhias khusus di depan suaminya saja.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33)

Yang dimaksud dengan ber-tabarruj adalah melihatkan keindahan diri sendiri kepada kaum lelaki yang bukan muhrimnya dan dapat mendorong syahwat bagi kaum pria. Dan hukum tabarruj adalah haram seperti yang disebutkan oleh ayat di atas.

Syarat Ketiga

Longgar atau tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak terlihatnya bentuk lekuk tubuh dan tidak membawa syahwat bagi kaum lelaki. Hal ini sudah banyak dilalaikan oleh kaum muslimah, yang sebagian dari mereka memakai khimar atau kerudung tetapi memakai baju yang ketat sehingga terlihatnya bentuk lekuk tubuh.

Syarat keempat

Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian yang dipakai oleh orang-orang non muslim. Ada hadist yang mengingatkan tentang hal ini.

Dari Ibnu Abbas R.A berkata,

لَعَنَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ ، وَالْمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ

” Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai wanita dan kaum wanita yang menyerupai Pria.” (HR. Bukhari no. 6834)

Ini adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wanita baik untuk berpakaian atau berbusana. Dan wanita seperti inilah yang lebih pantas untuk dijadikan kriteria.

3- Betah Tinggal di Rumah

kemuliaan wanita di rumah sumber: unikpedia.upstreamconnected.com

kemuliaan wanita di rumah
sumber: unikpedia.upstreamconnected.com

Di antara sifat wanita baik adalah betah tinggal atau berada dirumah untuk menghindari laki-laki kecuali ada kebutuhan mendesak atau ada alasan yang kuat untuk keluar rumah seperti menuntut ilmu dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menghindari dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi kaum lelaki.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

” Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33)

Banyak ulama yang berpendapat wanita baik atau isteri yang baik tidak boleh keluar dari rumah suaminya tanpa izin dari suaminya. Apabila ini terjadi berarti ia telah membangkang dan bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan rasul-nya.

4- Bersifat Malu

Malu adalah sebagian dari iman Sumber: www.imtum.com

Malu adalah sebagian dari iman
Sumber: www.imtum.com

Sifat wanita baik menurut islam salah satu adalah mempunyai sifat malu. Rassulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37 dari ‘imron bin hushain.)

Sifat ini seharusnya ada disetiap wanita. Salah satu contohnya adalah ketika bergaul dengan kaum lelaki. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang lebih. Seperti salah satu kisah dari Al-quran surat Qashash ayat 23-24 yang berbunyi.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ(23

 فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (24

فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا(25

“Dan sesampainya ia di sumber air neger Mad-yan ia menjumpai disana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men-jumpai di belakang orang banyak itu dua wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” kedua wanita tersebut menjawab: “kami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan ternaknya, sedangkan bapak kamu adalah orang tua yang lanjut umurnya”. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk menolong keduanya. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan penuh rasa malu, ia berkata: “sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami.” (QS. Qashash: 23-25).

Ayat ini menjelaskan bagaimana mulianya sifat kedua wanita tersebut, saking malunya mereka tidak berani untuk memberikan minum untuk ternaknya karena banyak kaum lelaki yang ada disana. Dan akhirnya Nabi Musa menolong keduanya dengan memberikan air minum untuk ternak mereka.

5- Patuh dan Menyenangkan Hati Suami

wanita yang menyenangkan suami Sumber: www.ummi-online.com

wanita yang menyenangkan suami
Sumber: www.ummi-online.com

Isteri yang baik adalah isteri yang taat kepada suami, senang dipandang oleh suami dan tidak membangkan perintah suami selama tidak bertentangan dengan syari’at islam dan itulah sebaik-baiknya wanita. Dari Abu Harairah R.A berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

pernah ditanyakan kepada Rasulullah S.A.W, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika diperintahkan, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An Nassai no.3231 dan Ahmad 2:251.  Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini hasan shahih)

Wanita juga ditempatkan di akhirat sesuai dengan sikap terhadap suaminya, apakah dia menyenangkan suaminya atau membuatnya benci. Maka dari itu Isteri harus lebih menaati perintah suami selama masih tidak keluar dari syari’at islam.

6- Menjaga Kehormatan, Anak, dan Harta Milik Suami

wanita yang mendidik anaknya Sumber: www.kajianislami.cf

wanita yang mendidik anaknya
Sumber: www.kajianislami.cf

Wanita yang baik menurut islam adalah wanita yang menjaga kehormatan suaminya, menjaga anaknya dan mendidik anaknya dengan baik dan menjaga harta yang dimiliki oleh suami sleaa suami tidak ada. Dan wanita yang baik juga adalah wanita yang menjaga kemaluannya selama suaminya tidak bersamanya.

Allah Ta’ala berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa : 34)

Ath Thobari mentafsirkan ayat ini dalam kitab tafsirnya (6″692), “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”

7-  Bersyukur Atas Apa yang di Berikan Suami

muslimah bersyukur Sumber: www.jadagram.com

muslimah bersyukur
Sumber: www.jadagram.com

Wanita yang baik adalah wanita yang pandai-pandai berterimakasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan suaminya kepadanya. Bila tidak, si isteri akan terancam oleh nerakanya Allah Ta’ala.

Rasulullah juga pernah bersabda setelah selesainya shalat khusuf (shalat gerhana), beliau bersabda,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat mayoritas penghuninya adalah para wanita. “Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka. “Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada allah?” beliau menjawab, “Tidak, melainkan mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan suaminya. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang isteri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat dirimu ada sesuatu yang tidak berkenan dhatinya niscaya dia berkata, “Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.” (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no.907)

Hadist ini menjelaskan bahwa kebanyakan wanita yang masuk neraka adalah mereka yang tidak berterimakasih atas apa yang telah diberikan suami untuknya dan dia tidak mengakui kebaikan suaminya sama sekali. Maka wanita seperti itulah yang akan masuk neraka.

8- Berhias khusus Hanya Untuk Suami

make up muslimah Sumber: hijabnesia.com

make up muslimah
Sumber: hijabnesia.com

Wanita yang baik adalah wanita yang di depan suaminya dia berdandan dengan sempurna dan saat keluar rumah dia keluar dengan dandanan yang biasa-biasa saja, sehingga tidak membuat lelaki lain melirik dia. Ini termasuk dengan menyenangkan hati suami karena suami akan senang bila isterinya berdandan khusus untuknya.

Dari Abu hurairah R.A berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

pernah ditanyakan kepada Rasulullah S.A.W, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika diperintahkan, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An Nassai no.3231 dan Ahmad 2:251.  Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini hasan shahih)

Hadist tersebut sama dengan hadist yang mentaati pertintah dan menyenangkan hati suami karena berdandan di depan suami juga termasuk menyenangkan hati suami.

9- Menjaga Hatinya dari Syubhat dan Syahwat

menjaga dari syahwat Sumber: sofyanruray.info

menjaga dari syahwat
Sumber: sofyanruray.info

Wanita yang baik adalah wanita yang menjaga hatinya dari semua yang berbau syubhat dan syahwat sebisa mungkin. Dia juga harus menjaga matanya dari sesuatu yang haram. An Nuur ayat 31 menyuruh untuk para wanita menjaga kemaluannya, ayat ini berbunyi,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 31 )

10- Menjaga Waktunya dengan Baik

waktu yang sia-sia Sumber: s599.photobucket.com

waktu yang sia-sia
Sumber: s599.photobucket.com

Wanita yang baik adalah wanita yang bisa mengatur waktunya dengan baik dan tidak membuang waktu dengan suatu hal yang sia-sia, seperti ghibah, mencaci maki dan hal lainnya. Jadi janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran ataupun hal-hal lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ

أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba sangka(kecurigaan), karena sebagian dari purba sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang,” (QS. Al Hujurat:12)

 Itulah sifat-sifat wanita yang baik menurut islam serta dalil-dalilnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua, sekian terimakasih.

Add Your Comment