Memahami Pengertian Manajemen Produksi dan Faktor-faktornya Lengkap

Author: | Posted in akutansi No comments

Manajemen Produksi – manajemen produksi adalah jenis manajemen yang banyak dicari dipabrik-pabrik besar. Sebelumnya kita telah membahas tentang pengertian dan fungsi manajemen pemasaran. Dan kali ini kita akan masuk ke dalam pembahasan manajemen produksi.

manajemen produk

www.indotesis.com

Manajemen produksi pun tidak kalah penting dengan manajemen pemasaran, karena tanpa adanya produksi kegiatan pemasaran tidak akan berjalan. Dan setiap manajemen pasti akan berhubungan dengan manajemen lainnya. Jadi setiap manajemen harus saling menopang satu dengan yang lainnya.

Pengertian Manajemen Produksi

Menurut Wikipedia manajemen produksi merupakan salah satu dari jenis manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan dengan tujuan untuk mencapai tujuan perusahaan.

pengertian manajemen produksi

www.intermediachannel.it

Untuk mengoordinasi kegiatan ini, perlu dibuat keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk menggapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen produksi menyangkut dengan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kegiatan produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Selain pengertian di atas, masih ada beberapa pengertian yang diutarakan oleh beberapa ahli. Berikut adalah pengertian manajemen produksi menurut para ahli:

Sukanto Reksohadiprojo

“kegiatan yang bersangkutan dengan pembuatan barang dan jasa melalui transformasi faktor produksi menjadi hasil produksi, kegiatan ini memerlukan perencanaan yang matang, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengawasan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.”

Sofjan Assauri

“Manajemen Produksi merupakan kegiatan mengatur dan mengoordinasikan penggunaan sumber daya manusia, alat, dana, dan bahan, secara efektif dan efesien, untuk menciptakan dan menambah nilai guna suatu barang atau jasa.”

T. Hani Handoko

“Manajemen produksi dan operasi adalah upaya pengelolaan secara maksimal penggunaan sumber daya, tenaga kerja, mesih, bahan mentah dan sebagainya dalam proses perubahan bahan mentah atau tenaga kerja menjadi produk barang atau jasa.”

Dari semua pengertian manajemen produksi di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa:

“manajemen produksi adalah usaha mengelola, mengoordinasi semua yang berkaitan dengan proses perubahan dari bahan mentah atau tenaga kerja menjadi barang atau jasa. dan bertujuan untuk menambah nilai barang atau jasa yang akan dijual.”

Tahapan Manajemen Produksi

Untuk menciptakan produksi yang berkualitas dan sesuai dengan target yang ditentukan, tim manajemen produksi harus melakukan beberapa tahapan. Setiap tahapan sama pentingnya, karena jika salah satu tahap dilewati maka hasil produksi tidak akan maksimal. Berikut adalah tahapan manajemen produksi:

1- Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi

maramissetiawan.blogspot.co.id

Tahap ini adalah tahap dimana seluruh rencana produksi dimulai. Mulai dari kualitas produk, kuantitas produk yang dibuat, jenis bahan yang akan digunakan, terget konsumen, di mana produk akan dipasarkan, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan organisasi lain yang berkaitan.

Dalam tahap ini semua anggota tim manajemen produksi bisa mengajukan ide produk dengan melewati proses brainstroming di mana si pembuat ide harus meyainkan semua anggota timnya bahwa ide yang ia punya relevan dan efektif untuk mencapai target organisasi.

2- Pengendalian Produksi

Setelah perencanaan produksi sudah matang, maka saatnya untuk melakukan produksi. Saat melakukan proses produksi, pengawasan juga perlu dilakukan agar hasil produksi sesuai dengan apa yang direncanakan mulai dari selesai tepat waktu, tidak over budget, kualitass sesuai dengan ketentuan dan lain sebagainya.

3- Perkembangan Manajemen Produksi

pengembangan manajemen produksi

www.engadget.com

Faktor Utama agar manajemen produksi dapat berjalan dengan baik adalah dengan adanya pembagian kerja. Jadi, seorang manajer produksi harus bisa membagi tugas kepada seluruh anggota timnya dengan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian masing-masing agar proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efesien.

Apabila kita memberikan pekerjaan kepada seseorang yang tidak mempunyai kemampuan pada bidang tersebut, hal itu akan menghambat proses manajemen produksi dan juga dapat menambah biaya produksi sehingga merugikan perusahaan.

Faktor kedua adalah revolusi industri. Yang dimaksud dengan revolusi industri adalah proses memperbarui tenaga kerja dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin yang biasa digunakan oleh pabrik modern.

Produksi menggunakan mesin memiliki beberapa keuntunganm pertama target produksi akan lebih cepat tercapai dan kualitas juga dapat dipastikan dan juga bisa meningkatkan kualitas SDM, karena para pekerja pasti akan termotivasi untuk meningkatkan keahliannya dan bukan hanya menjadi sekedar buruh.

Proses Produksi Berdasarkan Kelangsungan Hidup

proses produksi

beritsatu.com

Proses produksi berdasarkan kelangsungan hidup dibagi menjadi 2 bagian, berikut 2 proses produksi:

– Proses Produksi Terus Menerus

Yang dimaksud dengan proses produksi terus menerus adalah proses yang dikerjakan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang. Tetapi, walaupun sudah terjadi perubahan bentuk barang, perubahan tersebut tidak mengubah susunan dan fungsi dari alat-alat mesin. Proses ini menghasilkan produk massal.

– Proses Produksi yang Terputus-putus

Proses produksi yang satu ini dikerjakan berdasarkan pesanan konsumen, jadi manajer harus mengatur kembali alat dan penyesuain terus menerus setiap ada pesanan baru.

Nah, itu dia pengertian manajemen produksi dan faktor-faktornya. Sudah jelaskan? apabila anda ingin mengetahui keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang manajer produksi anda bisa membacanya di Pengertian Manajemen.

No Responses

Add Your Comment