Teknologi

Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Sejarah Manajemen

Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis dan Sejarah Manajemen

Pasti kalian semua pernah mendengar kata manajemen atau manager bukan? Tapi apakah kalian tahu pengertian dari manajemen dan sejarah-sejarahnya? Manajemen sangatlah penting untuk mengatur hidup kita dan juga sangat penting dalam organisasi dan perusahaan.

Organisasi dan perusahaan yang tidak memiliki sistem manajemen akan mudah hancur ataupun bisnisnya akan mudah turun karena tidak ada yang memanage perusahaan tersebut. Maka dari itu ilmu manajemen adalah ilmu yang sangat penting dalam mengatur perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Yuk kita bahas pengertia, fungsi, jenis-jenis, dan sejarah dari ilmu manajemen ini.

Pengertian Manajemen

Menurut bahasa, kata manajemen berasal dari bahasa inggris “manage” yang berarti mengelola, mengurus, mengusahakan, mengendalikan dan memimpin.

Pengertian manajemen secara sederhana dapat di artikan “Sebuah proses dalam rangka untuk mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara bekerja bersama sama dengan orang-orang dan sumber daya yang dimiliki organisasi”

Tetapi, selain dari kedua pengertian tersebut, masih banyak pengertian lainnya yang diutarakan oleh para ahli manajemen. Berikut pengertian manajemen menurut para ahli.

Manajemen Menurut Para Ahli

Mary Parker F.

“Manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.”

George R. Terry

“Manajemen adalah suatu ilmu dan juga seni, manajemen adalah wadah di dalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen dapat dibuktikan secara umum kebenarannya.”

Koontz

“Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang seni ini harus didasarkan pada suatu pemahaman ilmu.”

Koontz juga mengatakan bahwa ilmu dan seni bukanlah hal yang bertentangan, tetapi kedua hal ini saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Stoner

“Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisai dan juga menggunakan semua sumber daya yang ada dan dimiliki untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.”

Wilson

“Manajemen adalah sebahai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh organisasi dan para anggotanya dalam upaya mencapai tujuan dari organisasi tersebut. Proses tersebut merupakan suatu aktifitas yang dilakukan dengan sistematis.”

Oey Liang Lee

“Manajemen adalah ilmu dan juga seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian dari sumber daya perusahaan dengan tujuan untuk mencapai targer yang sudah ditetapkan.”

Lawrance A Appley

“Manajemen adalah sebuah seni yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan usaha orang lain.”

Ricky W. Griffin

“Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian , pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.”

Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dan efisien berarti melaksanakan tugas yang ada secara benar, terorganisir, dan juga sesuai dengan jadwal yang sudah di tetapkan.

Dari semua pengertian manajemen yang telah diutarakan oleh para ahli, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa manajemen adalah sebuah ilmu dan seni yang menggunakanan proses perencanaan dan menggunakan usaha orang lain untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan.

4 Fungsi Manajemen

Setelah mengetahui pengertian dari manajemen yang diutarakan oleh para ahli , kita juga harus mengetahui tentang fungsi dari manajemen itu sendiri. Secara umum, fungsi manajemen dibagi menjadi 4 macam, berikut fungsi-fungsi manajemen:

Fungsi Perencanaan (planning)

Perencanaan adalah proses untuk menetepkan tujuan atau misi dan visi organisasi ataupun perusahaan, kegunaan misi dan visi sebagai langkah awal pembuatan organisasi. Contoh fungsi perencanaan adalah penyusunan strategi, standar, serta cara dan tujuan untuk mencapai visi dan misi dari organisasi tersebut.

Dan perencanaan haruslah formal dan tertulis, perencanaan yang tidak tertulis bukanlah perencanaan yang formal. Dan rencana formal akan dilaksanakan oleh suatu organisasi atau perusahaan dalam waktu yang telah di tentukan. Dan rencana formal harus diketahui oleh semua anggota organisasi dan harus dilaksanakan oleh semua anggota.

Fungsi Organisasi (Organizing)

Setelah fungsi perencanaan dikerjakan, fungsi kedua yang dibutuhkan dalam manajemen adalah fungsi organisasi. Fungsi ini berguna untuk mengatur sumber daya manusia dan sumber daya fisik agar tersusun secara sistematis. Bisa disimpulkan bahwa fungsi ini berguna untuk mengelompokan manusia dan sumber daya agar dapat bekerja sama.

Beberapa kegiatan fungsi organisasi adalah mambagi-bagikan sumber daya, menata dan memastikan tugas-tugas dan menetapkan prosedur yang diperlukan perusahaan. Lalu, bertanggung jawab dalam menetapkan struktur perusahaan atau organisasi yang menunjukan bahwa dia memiliki wewenang.

Fungsi Pengarahan (Directing)

Fungsi yang ketiga ini berguna untuk mengarahkan manusia dan sumber daya dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kinerja kerja dengan optimal. Fungsi ini dapat didukung dengan cara memberikan bimbingan kerja, motivasi, pengarahan tugas dan lainnya.

Fungsi Pengendalian

Fungsi pengendalian berguna untuk melihat ada atau tidaknya suatu hambatan dalam proses mencapai tujuan organisasi. Fungsi ini lebih fokus dalam evaluasi dan penilaian atas kinerja kerja yang telah dilakukan selama ini.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam fungsi pengendalian. Pertama, Routing (jalur), yaitu mengatur bagaimana caranya untuk mudah mengetahui dimana letak suatu hambatan atau kesalahan sering terjadi. Kedua, menetapkan waktu kapan harus mengecek dan kapan waktu pengwasan dilakukan.

Untuk menetapkan waktu, terkadang pengecekan dan pengawasan yang terjadwal lebih sering tidak efesien. Jadi cobalah untuk melakukannya secara mendadak, karena besar kemungkinan itu akan lebih berguna.

Jenis-jenis Manajemen dan Keterampilannya

Pada umumnya ada 7 jenis manajemen yang perlu anda ketahui. jenis manajemen ini dibagi menurut fungsinya. Berikut jenis-jenis manajemen:

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik untuk bisnis atau organisasi yang sedang dijalankan dan bagaimana cara untuk memelihara sumber daya manusia tersebut agar tetap bekerja dengan kita dan tetap dengan kualitas yang baik ataupun dengan kualitas yang bertambah.

Keterampilan yang umum dalam manajemen sumber daya manusia adalah seleksi, penilaian kinerja, perencanaan karir. Dan adapun keterampilan khusus dalam manajemen sumber daya manusia adalah staffing, evaluasi kerja, pelatihan, pengembangan, reward dan rocognition.

Berikut adalah infografis manajemen sumber daya manusia dalam bahasa inggris. Walaupun dalam bahasa inggirs, infografis mudah untuk dimengerti.

Manajemen Pemasaran

Manajemen Pemasaran adalah kegiatan memanage dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan oleh para konsumen dan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut agar konsumen lebih percaya dengan perusahaan atau organisasi kita.

Keterampilan umum yang ada di manajemen pemasaran adalah ahli pemasaran international, manajemen merk, sistem informasi pemasaran, pemasaran internet, dan pemasaran relasional atau pemasaran jasa. Dan untuk keterampilan khususnya adalah komunikasi pemasaran, kebiajakan harga, peramalan penjualan, statistika bisnis dan manajemen pemasaran.

Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah penerapan manajemen yang berguna untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Cara untuk menghasilkan produk yang sesuai adalah dengan menggunakan teknik produksi yang efesien, mulai dari lokasi produksi sampai proses akhir produksi.

Keterampilan umumnya adalah harus memahami sistem produksi, memahami proses material handling, dapat menerapkan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH). Untuk keterampilan khususnya adalah harus memahami perkembangan manajemen produksi, memanahami penentuan lokasi pabrik, menyusun tata letak pabrik, dan memahami perencanaan kebutuhan material.

Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah adalah kegiatan memanage dan memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dikerjakan dapat mencapai tujuan dalam ekonomi yang diukur berdasarkan profit yang didapatkan. Salah satu tugas manajemen keuangan adalah merancang dari mana biaya untuk modal bisnis diperoleh, dan bagaimana modal yang telah ada dialokasikan secara tepat.

keterampilan umumnya adalah ahli pasar modal dan investasi, manajemen resiko, manajemen keuangan internasional, dan manajemen keuangan dan perbankan. Untuk keterampilan khususnya adalah dapat membuat dan mengendalikan anggaran perusahaan, menghitung pajak yang harus ditanggung perusahaan dan menyusun manajemen keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Manajemen Informasi

Manajemen informasi adalah kegiatan memanage dan memastikan apakah bisnis yang sedang dijalankan akan tetap mampu untuk bertahan dalam jangka waktu panjang atau tidak. Untuk itu, pekerjaan manajemen informasi adalah mengumpulkan semua informasi internal maupun eksternal yang dapat mendorong kegiatan bisnis perusahaan.

Untuk keterampilan manajemen informasi, kebanyakan harus memiliki kompetensi dalam hal manajemen sistem informasi dan komputer. Untuk keterampilan umumnya adalah mempunyai kemampuan manajemen dalam bekerja kelompok dan mampu membuat rencana bisnis, menguasi konsep jaringan, menguasai algoritma dan bahasa pemrograman.

Dan untuk keterampilan khususnya adalah mampu memahami permasalahan yang timbul dilingkungan kerja, mampu menganalisis kebutuhan system, memahami konsep data base, menguasai konsep design web, mampu menyajikan informasi dari data yang ada dan dapat mencari informasi secepatnya untuk menambahkan informasi yang ada.

Sebenarnya untuk manajemen informasi masih banyak keterampilan yang harus dikuasai. Tetapi kita hanya memberi tahu keterampilan yang paling dilihat di dunia kerja dan bukan keseluruhan. Dan biasanya apabila sudah bisa dasar manajemen informasi, maka dia akan bisa mengatasi yang lainnya.

Manajemen Strategi

Manajemen strategi adalah kegiatan memanage, merencanakan, mengawasi dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan yang terait. Tujuannya agar keputusan yang diambil tidak merugikan perusahaan itu sendiri.

Untuk manajemen strategi keterampilan yang dibutuhkan cukup sulit, yaitu dapat menciptakan persaingan tidak sempurna. Persainga tidak sempurna yaitu dengan cara memberikan kualitas tinggi pada aspek tertentu yang perusahaan lain tidak memiliki kualitas tinggi dalam aspek tersebut.

Kedua, berkesinambungan, yaitu keunggulan dari perusahaan tersebut haruslah jangka panjang dan bukan sementara dan mudah untuk di tiru oleh perusahaan lain. Sehingga perusahaan lain dapat mengejar produk perusahaan.

Untuk keterampilan khusus sang manajemen strategi harus dapat membuat opini atau merk yang memiliki persepsi kualitas yang tinggi. Dalam hal ini keunggulan bersaing merupakan hal yang khusus yang harus dimilki atau harus dilakukan suatu organisasi atau perusahaan agar dapat melawan persaingan yang ketak dalam bisnis.

Manajemen Operasi

Manajemen operasi adalah manajemen yang dikhususkan untuk proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berjalan dengan sesuai dan secara efektif dan efesien. Manajer operasi juga bertanggung jawab dalam mengelola proses pengubahan data input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa.

Keterampilan umumnya cukup mudah yaitu, ahli manajemen proyek dan manajemen logistik dan perencanaan pengendalian kualitas. Dan untuk keterampilan khususnya adalah menyusun alur produksi dan layout tempat kerja berdasarkan data analisis kinerja kerja di kantor tersebut, dan membuat perbaikan lingkungan di tempat kerja.

Sejarah Ilmu Manajemen

Ilmu manajemen sudah ada sejak dua ribu tahun yang lalu. Zaman dahulu ilmu manajemen digunakan untuk membangun piramida di mesir. Piramida tak akan berhasil dibangun apabila tidak adanya seorang manajer, manajer yang membuat piramida harus bisa mengorganisir lebih dari 100.000 orang dan sekitar 20 tahun.

Manajer yang membangun piramida juga harus dapat memimpin dan mengarahkan semua pekerja, mengorganisir sumber daya manusia ataupun sumber daya fisik untuk menjamin bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.

Dalam sejarah manajemen ada 3 teori manajemen yang seiring waktu mengalami perubahan. Manajemen sekarang sudah menggunakan teori manajemen modern, tetapi masih ada teori-teori lain yang di utarakan oleh beberapa ahli. Berikut 3 teori manajemen dan perkembangannya:

1- Aliran Klasik

Aliran klasik adalah aliran pertama dalam ilmu manajemen. Aliran ini adalah aliran yang mengikuti fungsi-fungsi manajemennya. Aliran klasik terbagi menjadi 2, yaitu manajemen ilmiah dan manajemen teori organisasi klasik. Ada beberapa tokoh yang berperan di dalam aliran ini, yaitu:

Robert Owen (1771 – 1858)

Robert Owen adalah salah satu tokoh yang sangat menentang praktek-praktek yang memperkerjakan anak dengan rentang usia 5 – 6 tahun dan memberikan standart waktu kerja sebanyak 13 jam per hari. Owen juga dijuluki sebagai “Bapak Personal Manajemen Modern” karena sudah mengubah lingkungan hidup dan pabrik menjadi lebih menarik.

Dia mengubahnya dengan cara memberikan usia minimum kerja untuk anak-anak, menyediakan makanan bagi karyawan, mendirikan toko yang menjual peralatan dan kebutuhan hidup dengan harga yang dapat dijangkau oleh karyawan pabrik, dan juga berusahan untuk memperbaiki lingkungan hidup karyawan dengan cara membangun rumah dan jalan-jalan.

Henry Fayol (1841 – 1925)

Henry Fayol adalah orang yang mempunyai keyakinan bahwa faktor keberhasilan para manajer bukan hanya karena mutu pribadinya saja, tetapi metode manajemen yang tepat juga menjadi faktor keberhasilan. Sumbangan Fayol terbesar adalah pandangannya yang merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari prinsip pokok dan teori umum yang sudah dirumuskan.

2- Aliran Prilaku

Aliran prilaku atau yang lebih sering disebut sebagai aliran manajemen hubungan manusiawi adalah aliran yang memfokuskan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya ilmu manajemen untuk manusia. Berikut adalah tokoh-tokoh pelopor aliran ini:

Hugo Munsterberg (1863 – 1916)

Hugo memiliki julukan sebagai “Bapak Psikologi Industri” karena dia membuat buku yang membahas tentang pemanfaatan psikologi dalam mewujudkan terget-target produktivitas. Dia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas yang dia tulis dalam bukunya “Phychology and Industrial Effeciency” , yaitu:

  • Menempatkan seorang perkerja yang terbaik sesuai dengan bidang pekerjaan yang dapat dikerjakan olehnya.
  • Menciptakan tata kerja terbaik yang memenuhi syarat psikologis dengan tujuan memaksimalkan produktivitas.
  • menggunakan pengaruh psikologis dengan tujuan agar memperoleh dampak yang paling tepat untuk mendorong karyawan.

Elton Mayo (1880 – 1949)

Mayo memiliki teori gerakan memperkenalkan hubungan timbal balik manajer dengan bawahan sehingga dengan begitu akan munculnya keserasian untuk mewujudkan kerjasama yang memuaskan, dan dengan begitu akan terciptanya semangat kerja dan efesiensi kerja yang memuaskan.

William Ouchi (1981)

William Ouchi adalah orang yang memperkenalkan teori Z pada tahun 1981 dengan tujuan menggambarkan adaptasi Amerika atas prilaku organisasi Jepang. Dia menyampaikan teori ini dalam bukunya yang berjudul “Theory Z -How America Bussiness Can Meet the Japanese Challenge”.

3- Aliran Manajemen Modern

Teori manajemen terus berkembang dengan cara menyesuaikan lingkungan organisasi yang berubah-rubah. Dalam aliran modern, teori aliran ini menggunakan pendekatan. Dan pendekatan tersebut terbagi menjadi 2 yaitu:

Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem dalam manajemen mempunyai arti yatu pendekatan yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan yang menyeluruh. Dan organisasi terdiri dari bagian-bagian yang saling bergandengan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas.

Pendekatan kontingensi

Menurut pendekatan ini, tidak ada suatu sistem yang dapat digunakan dalam organisasi, karena cara menyelesaikan masalah selalu dikaitkan dengan situasi organisasi saat itu. Pendekatan ini didasarkan oleh sifat situasional pada faktor internal dan eksternal organisasi.